Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nature. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2012

Kode Etik Pecinta Alam

Kode Etik Pecinta Alam

Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

* Pecinta Alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.
* Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Sesuai dengan hakekat diatas, maka kami dengan kesadaran menyatakan :
1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber alam sesuai dengan kebutuhannya.
3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitarnya serta menghargai manusia dengan kerabatnya.
5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam sesuai asas pecinta alam.
6. Berusaha saling membantu serta saling menghargai pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, Bangsa dan tanah air.
7. Selesai

DISAHKAN BERSAMA
DALAM GLADIAN KE IV
DI UJUNG PANDANG TAHUN 1974
Pukul 01.00 WITA
Read more ...

5 Jenis Wisata Alam

5 Jenis Wisata Alam

Alam yang masih sangat natural merupakan tujuan wisata sendiri yang memiliki keindahannya masing - masing. Seluruhnya adalah buatan Tuhan yang dihadirkan dalam banyak bentuk. Sebelum melakukan kegiatan wisata ke alam bebas, ada baiknya Anda mengetahui jenis - jenis wisata alam agar sesuai dengan kemampuan dan keinginan Anda.


1. Pegunungan

Menjelajahi indahnya suasana puncak pegunungan membutuhkan beberapa kemampuan khusus, namun tak menghalangi para pemula untuk menjelajahinya karena di beberapa lokasipendakian gunung sekarang sudah banyak tersedia porter yang siap membantu anda membawa barang - barang Anda ke tempat tujuan.



Bagi Anda yang belum pernah sama sekali mendaki gunung ada baiknya melakukan beberapa olahraga untuk mendapatkan kondisi tubuh yang prima karena Anda harus mencapainya dengan berjalan kaki. Kelebihan alam pegunungan adalah lokasinya yang biasanya lebih sepi dibandingkan destinasi wisata lainnya, karena membutuhkan sedikit perjuangan untuk mencapainya, ini juga yang menjadi kelemahannya. Yaitu Anda harus melakukan banyak persiapan untuk dapat sampai ke puncak gunung yang dituju.


2. Danau

Lokasi danau sering dijadikan lokasi berkemah yang sangat favorit. Hal ini dikarenakan danau biasanya mudah dijangkau bahkan oleh kendaraan bermotor. Jika lokasinya masih dapat dijangkau oleh kendaraan bermotor Anda tak perlu mempersiapkan banyak hal pada tubuh Anda, cukup persiapkan bekal dan peralatan yang cukup untuk berkemah.



Kelebihan dari wisata di danau adalah mudahnya mencapai tujuan, meskipun beberapa danau eksotis terletak di pegunungan. Kelemahannya adalah ramainya lokasi karena mudahnya akses menuju destinasi tersebut.


3. Hutan

Destinasi wisata alam yang sangat mudah untuk dilakukan mungkin adalah hutan. Karena biasanya hutan banyak terdapat di semua daerah. Bahkan beberapa daerah di indonesia memilikihutan kota yang sudah dikondisikan sedemikian rupa sebagai ruang terbuka hijau. Untuk mendapatkan kepuasan dari rimbunnya pepohonan di dalam hutan pun relatif mudah, biasanya anda hanya perlu mengikuti rute setapak yang sudah ada.



Namun jangan meremehkan hutan dan berpikir untuk membuka jalur sendiri atau melewati jalur yang tak umum, karena anda bisa tersesat. Keunggulan wisata hutan adalah tak terlalu banyak membutuhkan persiapan dan dapat Anda lakukan tanpa perlu berkemah.


4. Pantai

Bibir pantai yang landai bertabur pasir yang indah serta deburan ombak tentu menjadi suatu kenikmatan tersendiri bagi Anda penikmat wisata alam. Lokasi wisata pantai yang umumnya sudah dikelola oleh perusahaan ataupun pemerintah membuat wana wisata ini menjadi tempat favorit wisata keluarga.



Berbagai macam permainan air dapat dilakukan di pantai, bahkan saat ini sudah menjamur hotel hotel yang berdiri di tepi pantai yang indah. Kelebihan pantai adalah mudahnya akses. Satu - satunya kekurangannya hanyalah terlalu ramai jika sudah masuk masa libur.


5. Laut

Jika di daratan ada gunung yang terjal untuk didaki dan membutuhkan kemampuan untuk mencapainya, maka di air ada lautan yang menyimpan sejuta pesona di bawah air yang menunggu untuk didatangi. Berbagai macam biota dan fauna laut menunggu untuk kita nikmati, namun memerlukan kemampuan khusus untuk menjelajahinya.



Seperti snorkeling, diving dan berenang. Bagi Anda yang tidak bisa berenang ataupun tak ingin berbasah - basahan dapat menikmati keindahan laut dari kapal selam mini ataupun kapal yang memiliki dasar kaca agar bisa mengamati bawah laut.
Read more ...

Sejarah Singkat Pecinta Alam Indonesia

Salam Lestari !

Sering kita mendengar dan menemui sekelompok manusia yang suka berpetualang di alam terbuka dengan membawa nama Pecinta Alam. Dan uniknya, nama tersebut, yakni pecinta alam hanya ditemui di Indonesia. Bukan dari segi bahasa, namun dari segi arti dan makna kalimat. Di Luar negeri sendiri mungkin lebih dikenal dengan nama Aktifis Lingkungan.



Konsep Pecinta Alam dicetuskan oleh Soe Hok Gie pada tahun 1964. Gie sendiri meninggal pada tahun 1969 karena menghirup gas beracun Gunung Semeru. Gerakan "Pecinta Alam" awalnya adalah pergerakan perlawanan yang murni kultur kebebasan sipil atas invasi militer dengan doktrin militerisme - patriotik. Perlawanan ini dilakukan dengan mengambil cara berpetualang dengan alasannya yakni :

"Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia - manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi ( kemunafikan ) dan slogan - slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung." ( Soe Hok Gie - Catatan Seorang Demonstran )

Era pecinta alam sesudah meninggalnya Soe Hok Gie ditandai dengan adanya ekspedisi besar - besaran, dan era berikutnya ditandai dengan Era 1969 - 1974, merupakan era antara masa kematian Gie dan masa muncul munculnya Kode Etik Pecinta Alam .

Era ini menandai munculnya tatanan baru dalam dunia kepecinta - alaman, dengan diisahkannyaKode Etik Pecinta Alam ( KEPAI ) di Gladian IV Ujungpandang, 24 Januari 1974. Ketika itu di barat juga sudah mengenal suatu 'Etika Lingkungan Hidup Universal' yang disepakati pada 1972. Era ini menandakan adanya suatu babak monumental dalam aktivitas kepecintaalaman Indonesia dan perhatian pada lingkungan hidup di negara - negara industri. Lima tahun setelah kematian Gie, telah memunculkan suatu kesadaran untuk menjadikanPecinta Alam sebagai aktivitas yang teo - filosofis, beretika, cerdas, manusiawi / humanis, pro - ekologis, patriotisme dan anti - rasial.

Dalam Etika 'Etika Lingkungan Hidup Universal' Ada 3 etika yang merupakan prinsip dasar dalam kegiatan petualangan yaitu :

Take nothing but picture, Leave nothing but footprint, Kill noting but time.
Dalam Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, disebutkan :
- Pecinta Alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
- Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

PRINSIP DASAR PETUALANGAN DAN PECINTA ALAM
1. Dalam pelaksanaan kegiatan petualangan terdapat etika dan prinsip dasar yang sudah disepakati bersama. Etika dan prinsip dasar tersebut muncul sebagai rasa tanggung jawab kepada alam. Selain didukung dengan perlengkapan dan peralatan yang memadai, juga dalam petualangan mutlak diperlukan kemampuan yang mencukupi. Kemampuan itu adalah kemampuan teknis yang yang berhubungan dengan ritme dan keseimbangan gerakan sertaefisiensi penggunaan perlengkapan. Sebagai contoh, pendaki harus memahami ritme berjalan saat melakukan pendakian, menjaga keseimbangan pada medan yang curam dan terjal sambil membawa beban yang berat serta memahami kelebihan dan kekurangan dari perlengkapan dan peralatan yang dibawa serta paham cara penggunaannya.
2. Kemampuan kebugaran yang mencakup kebugaran spesifik yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, kebugaran jantung dan sirkulasinya, serta kemampuan pengkondisian tubuh terhadap tekanan lingkungan alam. Berikutnya, kemampuan kemanusiawian. Ini menyangkut pengembangan sikap positif ke segala aspek untuk meningkatkan kemampuan. Hal ini mencakupdeterminasi / kemauan, percaya diri, kesabaran, konsentrasi, analisis diri, kemandirian, serta kemampuan untuk memimpin dan dipimpin.

3. Seorang pendaki seharusnya dapat memahami keadaan dirinya secara fisik dan mental sehingga ia dapat melakukan kontrol diri selama melakukan pendakian, apalagi jika dilakukan dalam suatu kelompok, ia harus dapat menempatkan diri sebagai anggota kelompok dan bekerja sama dalam satu tim.

4. Tak kalah penting adalah kemampuan pemahaman lingkungan. Pengembangan kewaspadaan terhadap bahaya dari lingkungan spesifik. Wawasan terhadap iklim dan medan kegiatan harus dimiliki seorang pendaki. Ia harus memahami pengaruh kondisi lingkungan terhadap dirinya dan pengaruh dirinya terhadap kondisi lingkungan yang ia datangi.

Keempat aspek kemampuan tersebut harus dimiliki seorang pendaki sebelum ia melakukan pendakian. Sebab yang akan dihadapi adalah tidak hanya sebuah pengalaman yang menantang dengan keindahan alam yang dilihatnya dari dekat, tetapi juga sebuah resiko yang amat tinggi, sebuah bahaya yang dapat mengancam keselamatannya.
Read more ...

ANAPHALIS JAVANICA


ANAPHALIS JAVANICA / EDELWEISS JAWA / JAVANESE EDELWEISS

Bunga ini memang tidak begitu indah bentuknya tetapi perjuangan untuk memperolehnya telah membuatnya sangat berkesan dan indah untuk diceritakan. Untuk mendapatkannya, kita akan mengalami kepanasan, kedinginan, kehujanan (bila sedang musim hujan), memasuki hutan yang lebat, dan menempuh perjalanan yg jauh. Namun, apapun akan dilakukan untuk melihat dan menikmati bunga EDELWEIS bagi seorang pecinta alam dan pasti TIDAK AKAN MEMETIKNYA UNTUK DI BAWA PULANG bila mereka menyebut dirinya sebagai PECINTA ALAM
Anaphalis javanica, yang dikenal secara populer sebagai Edelweiss jawa (Javanese edelweiss), adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Nusantara. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan dapat memiliki batang sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan ini sekarang dikategorikan sebagai langka.
Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus , sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan, dan lebah terlihat mengunjunginya.
Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik (Myophonus glaucinus).
Bunga ini rata-rata berwarna putih–abu-kehijauan dan putih kekuning-kuningan. Banyak yang mengatakan bahwa ada edelweis yang berwarna ungu, biru, dan merah. Kebenarannya masih sebuah misteri. Bunga ini tumbuh membentuk rimbunan kecil di permukanan tanah. Ketika dipetik dan disimpan di tempat kering dan temperatur ruangan, bunga ini tidak akan berubah warna seolah-olah ia tetap hidup dan abadi. Inilah keistimewaannya sehingga ia sering menjadi lambang kecintaan seorang remaja pria terdadap kekasihnya. Hal ini jugalah yang memancing para pendaki untuk memetik dan membawanya pulang. Bunga ini tidak akan layu jika sudah dipetik tetapi bunga ini hanya akan mengering.
Bagian-bagian edelweiss yang sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual, atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988, terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, yang merupakan salah satu tempat perlindungan terakhir tumbuhan ini. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik, tekanan ini dapat ditoleransi. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tumbuhan ini dinyatakan punah.
Bunga edelweis (Leontopodium alpinum) yang sering disebut-sebut sebagai bunga abadi tumbuh di tempat terbuka dan lembab yang terdapat di puncak atau lereng gunung tertentu, seperti Gunung Gede, Malabar, Papandayan, Cikurai, Guntur, dll. Dalam ilmu botani, bunga tersebut terbentuk secara alami dari timbunan humus dan memerlukan waktu sedikitnya lima tahun untuk tumbuh dan berbunga.
Masih ingat dengan salah satu kode etik PECINTA ALAM….???????
- Di larang mengambil sesuatu kecuali foto.
Jadi cukuplah dengan dokumentasi tersebut kita kita memperoleh Edelweiss tanpa harus memetiknya.
Sumber : http://roll.co.id
Read more ...

Jumat, 02 November 2012

tips berkemah

Sebelum Berkemah, Baca Tips Ini...





   Jika Anda mendengar kata berkemah, jangan langsung diidentikkan dengan kegiatan yang berhubungan dengan Pramuka. Saat ini berkemah menjadi salah satu alternatif berwisata. Berkemah bisa dilakukan di mana saja, di pantai atau gunung, bahkan di pekarangan rumah Anda.
   Aktivitas berkemah bisa dilakukan dengan siapa saja. Juga, tidak menghabiskan terlalu banyak biaya. Meskipun terkesan mudah, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan kegiatan ini.
   Tentukan lokasi berkemah, ini sangat penting karena akan mempengaruhi persiapan yang harus dilakukan. Jika lokasi perkemahan jauh dari rumah, tentu peralatan yang dibawa harus memadai. Lokasi berkemah juga harus mempertimbangkan akses menuju ke sana, apakah dekat dengan sumber air atau pemukiman warga, atau bagaimana kondisi lingkungan di sana.
   Hati-hati dalam memilih lokasi kemah. Tempat pendirian tenda harus tanah yang stabil dan datar. Selain itu hindari memilih tempat yang banyak terdapat binatang melata atau serangga.
   Setelah menentukan tempat berkemah, Anda harus memilih tenda yang sesuai dengan kebutuhan. Ini adalah bagian terpenting karena tenda yang akan melindungi kita dari hujan, angin, maupun panas. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, misalnya tinggi tenda karena berpengaruh pada daya tangkap angin. Semakin rendah tenda akan semakin tahan terhadap terpaan angin.
   Bahan tenda juga diperhatikan, lebih baik pilih yang terbuat dari nylon karena akan memberi isolasi yang baik dari suhu lembab. Ukuran juga penting, lebih baik pilih yang ringan dan praktis dibawa ke mana-mana.
Mengenai peralatan yang dibawa saat berkemah, peralatan ini mencakup banyak hal. Misalnya pakaian, usahakan membawa pakaian sesuai dengan lokasi perkemahan. Untuk perkemahan di cuaca panas, pakaian tipis yang menyerap keringat sangat disarankan. Tetapi pakaian tebal wajib dibawa di lokasi yang berhawa dingin maupun panas, untuk dipakai melindungi badan di malam hari.
   Selanjutnya adalah alas kaki, bawalah alas kaki yang bisa melindungi kaki dari goresan. Pilih alas kaki yang kuat untuk medan yang sulit. Sandal gunung bisa dipakai karena kuat dan tetap terkesan santai. Untuk membawa barang-barang perkemahan, gunakanlah tas yang sesuai dan bisa memuat seluruh barang Anda.
   Peralatan memasak dan bahan makanan ketika kemah tidak boleh dipersiapkan secara teledor. Bawalah peralatan memasak yang praktis, misalnya kompor gas kecil yang bisa dilipat praktis. Cek isi gas, nasting atau peralatan memasak susun yang terbuat dari aluminium, alat makan plastik, dan korek api. Jangan lupa membawa bahan masak seperti beras, air bersih, minuman sachet, mi instan, makanan kaleng, teh, gula, garam, dan mentega. Jenis makanan bisa dibawa tergantung kebutuhan.
   Selain barang yang telah disebutkan tadi, ada beberapa barang tambahan yang menjadi kewajiban untuk dibawa. Yaitu alas tidur, senter, obat anti serangga, tali, dan peralatan memotong (gunting atau pisau), obat pribadi dan P3K. Bisa juga membawa peralatan survival kit, seperangkat alat untuk berjaga-jaga saat kondisi darurat

.
Read more ...

Kawah Ijen – Pesona Kawah Cagar Alam Ijen

Kawah Ijen – Pesona Kawah Cagar Alam Ijen



Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alamnya. Kawasan Wisata Kawah Ijen terletak di tengah area cagar alam. Kawah Ijen yang masuk dalam wilayah Kabupaten Bondowoso, Kecamatan Klobang dan Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Licin. Kawah ini berupa danau berwarna hijau tosca yang berada di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Kawah itu berdinding kaldera setinggi 300-500m. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol, memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya cukup kuat untuk melarutkan pakaian dan jari manusia.



Kawah ini memiliki luas sekitar 5.466 hektar. Air kawah itu cukup tenang dan berwarna hijau kebiru-biruan. Pemandangan di sana terlihat begitu menakjubkan di pagi hari. Air kawah yang volumenya sekitar 200 juta meter kubik dengan panas mencapai 200 derajat celcius itu memancarkan kemilau hijau keemasan saat sinar mentari menerpa dari balik Gunung Merapi, saudara kembar Gunung Ijen.

Untuk mencapai daerah ini terdapat dua cara, pertama melalui kota Banyuwangi sejauh 38 km ke barat melalui Licin-Jambu-Paltuding. Cara kedua yaitu melalui kota Bondowoso ke arah timur melalui Wonosari-Sempol-Paltuding sejauh 70 km. Namun meski jauh cara kedua ini yang paling banyak dipilih para pengunjung karena jalannya sudah beraspal mulus. Sedangkan rute lewat Banyuwangi jalannya masih berupa makadam dengan tanjakan yang cukup curam.
Jika lewat rute dari Bondowoso, dalam perjalanan akan melalui daerah terbatas areal perkebunan kopi yang mempunyai tiga pintu gerbang yang berbeda. Pada setiap pintu gerbang, pengunjung akan diminta untuk mengisi buku tamu dan menuliskan tujuan perjalanannya. Pemandangan kawasan ini sangat menarik dengan hamparan kebun kopi arabikanya yang hijau teratur, kemudian setelahnya ada hutan pinus milik Perhutani dan juga hutan perawan Cagar Alam Ijen-Merapi yang begitu lebat.
Untuk mencapai kawah Ijen dari Surabaya, kita bisa menggunakan transportasi umum dengan rute sebagai berikut: 
Surabaya – Bondowoso : 180 km dengan bis umum 
Bondowoso – Paltuding : 68 km dengan transportasi umum 
Paltuding – untuk lokasi : 2 km dengan berjalan kaki 
  • Rute Pendakian Ijen
Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding yang merupakan sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi-Ijen. Dari sini terdapat jalan tanah menanjak ke ketinggian 2.400m dengan waktu tempuh 2 jam dengan berjalan santai. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan akan segera tersaji di depan mata. Sebuah danau hijau dengan diameter sekitar 1 km yang berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Dari sini pengunjung bisa melihat penambang-penambang belerang yang berada di dekat danau. Untuk menuju ke danau, pengunjung harus menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang juga biasanya dilalui oleh para penambang. Sapu tangan basah disini sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.
Selain menuju permukaan danau, pengunjung dapat juga mengelilingi kaldera yang memakan waktu kurang lebih seharian penuh. Pendakian ke Kawah Ijen umumnya disarankan dimulai pada pagi hari. Demi alasan keamanan, pendakian ke kawah ijen dari Paltuding ditutup selepas pukul 14:00, karena pekatnya asap dan kemungkinan arah angin yang mengarah ke jalur pendakian. Untuk mengejar perjalanan di pagi hari, pengunjung disarankan menginap di kota terdekat yaitu Bondowoso atau Situbondo.
  • Penambang Belerang Kawah Ijen



Terdapat lokasi penambangan juga menjadi keunikan utama yang lain dari wisata Kawah Ijen selain tentunya keindahan panorama yang ada di sana. Tempat pengambilan belerang terdapat di dasar kawah, sejajar dengan permukaan danau. Asap putih pekat selalu keluar menyembur melalui pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Walaupun asap di lokasi ini cukup pekat, namun dengan alat penutup pernafasan seadanya semacam kain basah atau sarung, para penambang ini mempertaruhkan hidupnya untuk turun ke dasar kawah. Dari sinilah lelehan fumarol berwarna merah menyala meleleh keluar dan langsung membeku terkena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Batu-batuan belerang inilah yang akan diambil. Dipotong dengan bantuan linggis dan kemudian langsung diangkut dalam keranjang.
Penambangan belerang di sini masih memakai cara tradisional dimana pengangkutannya memakai cara dipikul tenaga manusia. Penambangan tradisional ini konon hanya terdapat di Indonesia yaitu di Welirang dan Ijen. Beban yang diangkut masing-masing penambang bisa mencapai berat 80 – 100kg. Beban ini luar biasa berat apalagi kalau harus diangkut melalui dinding kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3km. Semua penambang akan berkumpul di bangunan bundar kuno peninggalan Belanda bertuliskan “Pengairan Kawah Ijen”, yang sekarang disebut sebagai Pos Bundar. Di pos inilah para penambang menimbang muatannya dan mendapatkan secarik kertas tentang muatan dan nilainya.
  • Pesona Lain Kawasan Ijen
Jika menyukai suasana perkebunan, tempat yang berkesan untuk bermalam adalah Guest House Perkebunan Kopi PTP Nusantara XII di Kalisat, Jampit. Perkebunan inilah yang dilewati ketika menuju kawasan Ijen melalui rute Bondowoso. Tersedia pula sajian paket agro wisata mengunjungi kebun kopi dan melihat unit pemrosesan biji kopi. Selain itu juga terdapat pula Pondok Wisata di Paltuding yang cukup bersih, atau bisa membuka tenda di bumi perkemahan Paltuding.

Jelajahi Pesona Alam Indonesia……..
Read more ...

PULAU SEMPU

PULAU SEMPU




Pulau Sempu merupakan sebuah cagar alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam provinsi Jawa Timur. Pulau Sempu memiliki beberapa keunikan yang tidak banyak di miliki oleh tujuan wisata yang lain. Pulau Sempu juga memiliki pesona alam yang menakjubkan. Jauh dari kebisingan, suasananya alami, asri dan tidak ada satupun bangunan yang berdiri di Pulau ini.

Pulau Sempu memang terkesan terisolir dari peradaban yang berada di sekitarnya. Pulau ini memang terlarang untuk mendirikan bangunan dalam bentuk apapun. Bagi Anda yang menyukai nuansa alam asli, jauh dari kebisingan kehidupan modern, Pulau Sempu dapat memberikan solusi bagi Anda. Oleh sebab itu Pulau Sempu sangat sering digunakan oleh para petualang, utamanya penikmat wisata pantai untuk melepaskan stres dari masalah perkotaan.


  • AKSES MENUJU PULAU SEMPU

Untuk menuju Pulau Sempu, kita dapat mengendarai angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Dari Kota Malang, Anda dapat menuju ke selatan tepatnya di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Perjalanan akan memakan waktu 2-3 jam, Anda akan tiba pintu masuk di pantai Sendangbiru.


  1. PANTAI SENDANG BIRU





Di Pantai Sendang Biru ini jika Anda sudah terlalu malam datang, Anda dapat singgah dan menyewa penginapan pada penduduk lokal di sekitar sendang biru dengan tarif yang dapat Anda nego sendiri. Di lokasi ini Anda dapat menikmati hidangan laut khas pantai sendang biru

Sampai di Pantai Sendang Biru Anda harus regitrasi perijinan terlebih dulu ke BKSDA setempat. Untuk mendapat pengarahan, menandatangani surat perjanjian bahwa untuk tidak merusak alam Sempu, termasuk membuang sampah, membakar sembarangan. Di Sendangbiru ini Anda dapat mencari nelayan untuk menyewa perahu untuk menyeberangkan Anda ke Pulau Sempu. Nelayan setempat tidak akan mau menyeberangkan kita jika tidak memiliki ijin untuk menjelajahi Pulau Sempu. Perjalanan naik perahu ini hanya akan memakan waktu sekitar 15-30 menit.
Tepat di sisi utara Pulau Sempu perahu akan merapat di teluk Semut. Dari lokasi ini perjalanan hanya dapat diteruskan dengan berjalan kaki menyusuri hutan bakau selama sekitar 1 jam menuju beberapa pantai yang ada di sana, antara lain yaitu Pantai Segara Anakan, Pantai Kembar 1, Pantai Kembar 2, Pantai Panjang, Telaga Lele, Telaga Sat, Pantai Waru-waru.dll.

  • PENJELAJAHAN PULAU SEMPU

Untuk menjelajahi Pulau Sempu disarankan memakai sepatu atau sandal gunung, karena tanah di hutan tersebut sedikit berlumpur, apalagi musim hujan. Pengunjung harus melewati medan yang cukup sulit memasuki hutan bakau yang bergelombang dan bekelok-kelok, dengan sudut kemiringan hingga 60 derajat.
Setelah sekitar satu jam menyusuri hutan, Anda akan menjumpai sebuah pantai kecil berpasir putih dengan air berwarna biru kehijauan. Itulah Segara Anakan, yang biasanya digunakan sebagai tempat singgah para pengunjung. Di pulau ini tidak tersedia tempat penginapan, warung dll sehingga di sarankan jika Anda ingin bermalam di pulau ini Anda harus membawa tenda, air bersih, makanan dan perlengkapan pendukung lainnya.
Air Segara Anakan sebenarnya berasal dari Laut Samudera Hindia. Air masuk melalui lubang besar di tebing bagian tenggara. Saat ombak bergulung dan menghantam karang yang berlubang besar di tengahnya, air laut masuk mengisi pantai itu. Pengunjung dilarang untuk bermain di sekitar karang ini karena sangat berbahaya, ombak akan menghempaskan apapun yang berada di situ.



Pada siang dan malam hari air danau akan mengalami pasang, sedangkan pada pagi dan sore hari air danau surut. Pada saat pasang, Pantai Segara Anakan tampak sangat indah, dengan air yang jernih berwarna biru kehijauan. Anda bisa berenang maupun snorkling melihat beraneka ragam terumbu karang tanpa harus takut terseret ombak, karena ombak di danau ini memang relatif kecil.

Dari atas pantai Segara Anakan bisa terlihat Samudera Hindia yang luas dengan ombak lepas yang mengikis terbing-tebing raksasa. Jika beruntung Anda bisa melihat lumba-lumba atau penyu yang berenang. Jika kurang beruntung, barangkali akan menemukan kera atau lutung yang bergelantungan di pohon-pohon sekitar pantai.
Anda juga dapat menjelajahi beberapa pantai di pulau itu, dengan hanya berjalan menaiki bukit di belakang pantai segara anakan Anda akan mendapatkan rangkaian pantai di pulau itu antara lain Pantai Kembar 1, Pantai Kembar 2, Pantai Panjang. Anda dilarang untuk berenang di pantai-pantai itu, karena ombak yang besar dan terhubung langsung dengan laut lepas Samudra Hindia.

  • SAMPAH DIMANA-MANA
Sekarang dengan semakin banyaknya pengunjung di pulau sempu, mengakibatkan pulau ini semakin kotor. Setiap rombongan yang menikmati pantai segara anakan selalu meninggalkan sampah dimana-mana. Sementara konservasi alam jarang dilakukan disana. Wah, makin lama gawat kalau seperti ini. Untuk itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari kita yang berkunjung untuk tidak meninggalkan apapun kecuali jejak….




Sayangilah Alam Ini…..


Read more ...

MANAJEMEN PENDAKIAN

MANAJEMEN PENDAKIAN




Mendaki Gunung sekarang adalah salah satu hobi unik yang banyak digemari banyak kalangan. Kegiatan mendaki gunung merupakan petualangan yang menantang, kadang pula merupakan kegiatan yang sangat ekstrim bagi sebagian kalangan. Orang akan mempunyai perasaan puas tersendiri bila sampai di puncak gunung dan melihat keindahan kawah gunung dari jarak dekat. Tetapi semua itu tidak akan mudah didapatkan tanpa persiapan dan perhitungan yang matang.

Sebelum Anda memulai sebuah pendakian ke sebuah gunung, ada baiknya Anda mengerti bagaimana mempersiapkan segalanya dalam sebuah manajemen pendakian. Manajemen pendakian ini adalah sebuah ilmu yang biasanya wajib dikuasai oleh orang-orang yang menyebut dirinya pendaki gunung. Sekilas terlihat sepele, akan tetapi jika diabaikan akan berakibat kacaunya sebuah pendakian. Manajemen pendakian mudah sekali dipelajari dan diaplikasikan sebelum mendaki.
Hal-hal yang biasanya harus diperhatikan antara lain: 
  1. Perlengkapan yang harus dibawa 
  2. Jumlah personel yang ada dalam sebuah team 
  3. Berapa lama waktu yang diperlukan dalam ekspedisi itu. 
  4. Bagaimana kondisi alam yang hendak dijelajahi. 
  5. Persiapan jika terjadi kondisi yang tidak terprediksi (diluar kondisi normal) 
Tips manajemen pendakian
  • Pilih Barang yang Dapat Berfungsi Ganda
Dalam memilih barang yang akan dibawa pergi mendaki gunung selalu cari alat/perlengkapan yang berfungsi ganda, tujuannya apalagi kalau bukan untuk meringankan berat beban yang harus anda bawa. Contoh : Nesting (tempat memasak untuk tentara), bisa digunakan untuk memasak juga untuk tempat makan maupun menyimpan alat-alat mendaki. Alumunium foil, bisa untuk pengganti piring, bisa untuk membungkus sisa nasi untuk dimakan nanti, dan yang penting bisa dilipat hingga tidak memakan tempat di ransel.
Matras
Sebisa mungkin matras disimpan di dalam ransel jika akan pergi ke lokasi yang hutannya lebat, atau jika akan membuka jalur pendakian baru. Banyak pendaki gunung yang lebih senang mengikatkan matras di luar, memang kelihatannya bagus tetapi jika sudah berada di jalur pendakian, baru terasa bahwa metode ini mengakibatkan matras sering nyangkut ke batang pohon dan semak tinggi, lagipula pada saat akan digunakan matrasnya sudah kotor.
  • Kantung Plastik
Selalu siapkan kantung plastik/ trash bag di dalam ransel anda, karena akan berguna sekali nanti misalnya untuk tempat sampah yang harus anda bawa turun gunung, baju basah dan lain sebagainya. Dapat juga berfungsi untuk lapisan anti air bagi ransel. Atau dapat juga dimanfaatkan sebagai jas hujan saat darurat.
Gunakan selalu kantung plastik untuk mengorganisir barang-barang di dalam ransel anda (dapat dikelompokkan masing-masing pakaian, makanan dan item lainnya), ini untuk mempermudah jika sewaktu-waktu anda ingin memilih pakaian, makanan dsb.
  • Menyimpan Pakaian
Jika anda meragukan ransel yang anda gunakan kedap air atau tidak, selalu bungkus pakaian anda di dalam kantung plastik, gunanya agar pakaian tidak basah dan lembab.
Sebaiknya pakaian kotor dipisahkan dalam kantung tersendiri dan tidak dicampur dengan pakaian bersih
Menyimpan Makanan
Sebaiknya makanan dikelompokkan sesuai ketahanan/ awetnya makanan disimpan. Untuk makanan yang tidak terlalu tahan lama, sebaiknya dibungkus dengan rapat atau di tempatkan memakai perlakuan khusus. Pilihlah makanan yang bervariasi tetapi mudah dan cepat dalam penyajian. Untuk makanan kaleng ada baiknya tidak terlalu banyak, karena selain berat kita juga harus membawa turun lagi kalengnya setelah dikonsumsi, karena dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.
  • Menyimpan Korek Api Batangan
Simpan korek api batangan anda di dalam bekas tempat film (photo), agar korek api anda selalu kering.
Packing Barang / Menyusun Barang Di Ransel
Selalu simpan barang yang paling berat di posisi atas, gunanya agar pada saat ransel digunakan, beban terberat berada di pundak anda dan bukan di pinggang anda hingga memudahkan kaki melangkah saat pendakian gunung ataupun saat turun nantinya. Usahakan untuk selalu mengingat-ingat dimana barang bawaan anda di tempatkan di dalam ransel, karena ada kalanya kita akan mencari barang tersebut dengan penerangan yang tidak memadai, jadi akan lebih cepat jika anda mengetahui dengan pasti dimana letak barang yang anda cari tanpa melihatnya sekalipun. Akan lebih baik anda membawa hal-hal yang menunjang selama perjalanan dan jangan membawa barang yang tidak dibutuhkan selama anda mendaki, karena selain tidak akan berguna juga memberatkan bekal bawaan di perjalanan.
  • Obat- obatan
Ada kalanya penting juga untuk membawa obat-obatan P3K, atau obat-obat pribadi dalam kantung atau tempat yang mudah terjangkau, karena jika kita mengalami keadaan yang darurat obat itu mudah untuk ditemukan semua orang.
  • Minuman beralkohol
Sebaiknya tidak dibawa. Sering kali orang ditempat dingin membutuhkan minuman yang hangat, akan tetapi minuman beralkohol bukan pilihan yang tepat disana. Oleh karena minuman tersebut dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
  • Manajemen Pendakian
Ada baiknya sebelum memulai pendakian, Anda mencari informasi jalur dan angkutan serta info-info penting lainnya pada para pendaki yang pernah berkunjung kesana, karena hal itu akan sangat berguna untuk persiapan pendakian berkaitan dengan bujet (dana), alat dan perlengkapan yang akan dibawa, transportasi apa yang memungkinkan dan paling cepat, berapa lama anda akan menginap, serta makanan apa saja yang akan anda siapkan, berapa banyak air yang harus dibawa, dll. Hal itu sangat penting mengingat kita akan jauh dari fasilitas yang bisa kita dapatkan di perkotaan, sehingga jika terjadi hal-hal yang di luar kendali kita, paling tidak kita ada persiapan sebelumnya.
  • Cahaya / Lampu
Benda ini sifatnya sangat vital, tetapi kadang kurang diperhatikan. Ada baiknya kita membawa cadangan sumber cahaya di gunung. Bisa memakai senter ataupun penerangan konvensional semacam lilin ataupun lampu minyak. Hal ini dapat dipilih berdasarkan murah dan gampangnya bahan bakarnya didapatkan. Hal lain yang musti menjadi perhatian adalah, jika mengunakan penerangan berupa api harus mewaspadai keamanan dan tempatnya karena akan jadi mimpi buruk jika kita tidak berhati-hati dalam menjaganya. Sediakan pula dop dan baterai cadangan dan simpan di tempat yang mudah dijangkau, sehingga jika dibutuhkan sewaktu-waktu dapat segera ditemukan. Ada baiknya baterai bekas di bawa turun lagi, agar tidak menyebabkan polusi.
  • Jas Hujan
Perlengkapan satu ini mutlak dibawa walaupun tidak musim hujan, karena perlengkapan ini mempunyai banyak fungsi di gunung. Selain dipakai saat hujan tiba, jas hujan dapat juga digunakan sebagai tenda darurat (bivoak), alas tidur darurat, atap darurat, selimut darurat, juga bisa dipakai sebagai unsur penting tandu darurat. Jadi jangan sepelekan perlengkapan yang satu ini.


Selamat Mendaki……


Sayangilah Hutan Kita……


Read more ...

5 Tahun Lagi, Tak Ada Edelweis di Bromo


5 Tahun Lagi, Tak Ada Edelweis di Bromo

TEMPO.CO , Malang - Keberadaan bunga edelweis di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terancam punah.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memperkirakan bungka khas dari dataran tinggi itu akan punah dalam tempo lima hingga sepuluh tahun mendatang.

5 Tahun Lagi, Tak Ada Edelweis di Bromo"Perburuan edelweis oleh manusia untuk diperjualbelikan cukup banyak terjadi," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo, Ayu Dewi Utari kepada Tempo, Kamis 1 November 2012.

Menurut dia, banyak pengunjung yang tak mempunyai kesadaran untuk tetap menikmati keindahan edelweis tanpa harus memetiknya. Selain itu, lanjut Ayu, faktor anomali cuaca juga dapat membuat tanaman dengan nama Latin Anaphalis Javanica itu terancam punah.

Soal rendahnya kesadaran pengunjung taman nasional Bromo dalam melestarikan edelweis, Ayu mengatakan, mereka umumnya memetik bunga itu untuk disimpan sebagai kebanggaan, ditaruh di kamar atau ruang tamu sebagai hiasan, atau dijadikan oleh-oleh bagi orang terkasih.

Kebiasaan ini dipicu anggapan bahwa edelweis perlambang keabadian, ketulusan cinta, dan pengorbanan karena hanya tumbuh di ketinggian pucuk atau lereng gunung.

Edelweis tumbuh liar merata di seluruh kawasan taman nasional Bromo Tengger Semerus seluas 50.276 hektare. Bila disatukan, sebaran tanaman edelweis ditaksir hanya seluas 1.000 hektare.

Pengawasan terhadap keberadaan flora dan fauna di taman nasional ini rutin dilakukan dengan patroli. Pengelola juga tak bosan-bosannya mengingatkan pengunjung untuk tidak mengambil dan membawa pulang apapun dari dalam taman nasional tanpa izin.

"Namun tetap saja banyak pengunjung yang bandel. Ada yang mengaku pecinta alam, tapi ulahnya justru merusak alam," ujar Ayu.

Untuk menyelamatkan tanaman edelweis dari ancaman kepunahan sekaligus supaya pengunjung dapat menikmati keindahan bunga itu, pengelola taman nasional berencana membuat taman konservasi edelweis seluas 1 hektare di wilayah Ranu Regulo, yang berjarak sekitar 300 meter dari Pos Ranu Pani.

Taman konservasi yang dibangun bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) itu rencananya akan membudidayakan seratusan pohon edelweis untuk tahap awal. Sayangnya, hingga kini hanya 5 pohon yang bertahan hidup, selebihnya sekarat dan mati.

Ayu mengatakan cuaca ekstrem sepanjang Juni hingga Agustus membuat temperatur udara di taman nasional bisa mencapai minus tiga derajat Celsius pada malam hari. Akibatnya, muncul bunga-bunga es di pucuk-pucuk pohon, ilalang, dan rerumputan yang bentuknya mirip salju tipis. "Tanaman edelweis sulit tumbuh di saat suhu ekstrem dingin," ujarnya. "Di musim kering edelweis mati suri dan hidup lagi di musim hujan."
Read more ...